Kiriman terakhir Sang Musafir sebelum berangkat ke negara orang, menjelajah dunia baru. Asalnya tak berniat untuk menjadikannya berima, tapi setelah menyedari betapa kesannya "menyengat" dengan teknik penulisan berima, Sang Musafir meneruskan gaya bahasa untuk kiriman kali ini, sedikit kelainan berbanding kiriman terdahulu. Bukanlah 100% penulisan Sang Musafir ini diniatkan untuk menjadi sajak. Sekadar cubaan untuk memberikan nafas baru, gaya penulisanku.
n_n
----------------------------------------------
Perjalananku...
membawaku ke merata tempat
menemukanku dengan manusia pelbagai ragam
bertemu pintu-pintu kehidupan
yang belum pernah ku buka sebelum ini
"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada."
Al-Hajj, 22:46
I : Jarak dan Ukhuwwah
Perjalananku...
mengisi jadualku setiap minggu
jarak kini sudah tidak terasa seperti dahulu
lali sudah dengan masa yang kuluangkan
tapi masih berjaga dengan belanja yang ku keluarkan
bermusafir membawa diri
demi memberi makna buat kewujudanku
ada yang dekat, ada yang jauh
Bayan Lepas dan Kepala Batas
Butterworth dan Pantai Robina
Sungai Petani dan Langkawi
Alor Setar dan Kangar
Manjung dan Kuala Kangsar
Shah Alam, Hulu Selangor, Bangi dan Gombak
Putrajaya, Banting dan Kuala Lumpur
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." Al-Mulk, 67:15
Perjalananku...
mengisi jadualku setiap minggu
jarak kini sudah tidak terasa seperti dahulu
lali sudah dengan masa yang kuluangkan
tapi masih berjaga dengan belanja yang ku keluarkan
bermusafir membawa diri
demi memberi makna buat kewujudanku
berulang alik Kepala Batas dan Alor Setar
sejam setengah berlalu bagai beberapa minit sudah
ratusan kilometer bagaikan melangkah ke rumah jiran sebelah
tiket Pulau Pinang ke KL dibeli
bak tiket Ampang Park ke KLCC
4 jam duduk membatu pergi dan balik
tempat duduk bas sudah ibarat katil kedua pilihanku
perjalanan 400 kilometer terasa seperti melangkah 400 meter
demi mengeratkan ukhuwwah
meluangkan masa, berkorban tenaga untuk bersama ikhwah
terkadang berhari-hari berjauhan dari rumah
namun masa bersama terasa sungguh indah
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." Ali Imran, 3:103
II : Perjalanan Menuju Kematian
Perjalananku...
memberi peluang kepadaku
mengutip permata dan batu
di setiap jalan yang aku lalu
menziarahi ibu saudaraku yang sedang diuji
dengan kesakitan yang bertandang seolah tidak akan pergi
ianya banyak mengingatkanku
akan pesan sang pujangga:
"bekerjalah seolah hidupmu seribu tahun lagi,
beribadahlah seolah hidupmu esok tiada lagi"
betapa ertinya kini ku sedar
betapa bermaknanya ia pabila terasakan maut menghampiri
namun hidup masih perlu diteruskan
dengan usia yang berbaki
memberi sinar bahagia, buat mereka yang sentiasa di sisi
menghapuskan kesayuan, di setiap saat, agar kegembiraan sentiasa mengiringi
seolah jasad dan jiwa kan menemani sentiasa, mereka yang disayangi
namun pabila menghadap tuhan bersendiri
tidak lain di fikiran melainkan mati
menghitung persediaan, mencari peluang di hari yang berbaki
saat itu ibadah kan terasa meresapi
ke dalam jiwa yang lemah dan hina ini
kuatkanlah semangatmu wahai hamba yang diuji
sungguh, bagi mereka yang dekat denganmu
bukan mautmu yang dinanti
tetapi saatnya terukir senyumanmu
"Untuk setiap penyakit, ada penawarnya, kecuali mati"
Perjalananku...
memberi peluang kepadaku
mengutip permata dan batu
di setiap jalan yang aku lalu
mengenangkan mereka yang termaklum akan hari akhir mereka di bumi
menjadikanku cemburu
memikirkan nasib diri ini
yang entah bila kan pergi
mungkin berdekad, mingkin bertahun lagi
mungkin esok, atau mungkin sesaat lagi
mereka beruntung, mampu bersedia
menanti saat ianya tiba
"Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasai kematian..." Ali Imran, 3:185
III : Memerhati Ummah
Perjalananku...
memperlihatkan kepadaku
ragam manusia yang pelbagai
jarang ku terharu
kadang ku kagum
selalu ku geram
sering ku kecewa
jenayah berleluasa bak cendawan yang tumbuh selepas hujan
manusia hilang peri ke"manusia"an
lebih daripada binatang, tiada lagi perasaan
akal fikiran tidak bersama mengiringi perbuatan
maksiat lagi disebar-sebarkan
sedang usaha murni dikatanya keji
di mana kewarasan manusia kini
baik buruknya tak terbeda sendiri
betapa aku mengharapkan semua ini
pergi tak kembali
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." Ali Imran, 3:110
Perjalananku...
memperlihatkan kepadaku
ragam manusia yang pelbagai
jarang ku terharu
kadang ku kagum
selalu ku geram
sering ku kecewa
bukan Ah Chong yang ingin ku bicarakan
bukan Rajoo yang ingin ku perkatakan
bukan Richard yang ingin ku ceritakan
tetapi Ummah yang aku kisahkan
Ummah yang aku bimbangkan
Ummah yang semakin hari semakin rosak
kian lama kian mudah ditempelak
hanya segelintir yang mahu bertindak
sedang yang lainnya peduli pun tidak
tiada lagi perpaduan
tiada lagi kemegahan
oh, aku rindukan kegemilangan
dan tokoh-tokohnya yang kusegan
yang kini hanya sejarahnya sahaja tersimpan
Bangkitlah wahai Ummah!!
Jangan biarkan luka terus berdarah!!
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." At-Taubah, 9:41
Perjalananku...
memperlihatkan kepadaku
ragam manusia yang pelbagai
jarang ku terharu
kadang ku kagum
selalu ku geram
sering ku kecewa
saat tiba di musolla
ku lihat di sekelilingku
warga tua belaka
di kiriku, di kananku
imam dan bilal
sudah bercucu semuanya
tapi di mana anak cucu mereka?
pernah sekali ku terlewat
terlepas, jemaah sudah selesai solat
ketika itu juga, ada kulihat
seorang pak cik tibanya juga lewat
lalu ku mempelawa,
"Pak cik, sila lah imamkan"
dijawabnya seolah bertemu kesialan
"Eh, tak boleh, sembahyang sendirilah"
terkedu, aku buntu
pahala berjemaah yang dicari
tidak kutemui di sini
membuatku berfikir sendiri
apa yang sebenarnya mereka buat di sini?
aku merenung membawa diri ke masa hadapan
lalu ke melihat mereka yang di hadapan
mereka yang sudah tidak punya kerunsingan
yang sudah terlepas dari majikan
hanya persiapan mati yang difikirkan
tetapi apakah cukup segala bekalan
mengapa sudah senja baru hendak berkejaran
mengapa ketika muda dahulu kita abaikan
seolah tuhan itu di dunia berasingan
sudah meningkat usia baru terasa ringan
kaki dan badan untuk berada di dalam barisan
saf-saf yang dahulunya tidak dihiraukan
kini merasa mereka sahaja patut di hadapan
sedang imam-imam muda mereka sisihkan
akibat ego, mereka terlupa
Allah melihat taqwa, bukannya siapa
"...Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Al-Hujuraat, 49:13
lain pula halnya dengan sang remaja
bersama teman membuang masa
berkunjung ke masjid sekali seminggu
di rumah pula hanya bersama "movie" dan lagu
hai, bilalah ummah kan maju...
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali (mereka) yang beriman dan beramal shaleh, dan yang berpesan-pesan dengan kebenaran, dan yang berpesan-pesan dengan kesabaran." Al-'Asr, 103:1-3
IV : Mengejar Cinta Ilahi
Perjalananku...
menagih cinta Ilahi
kerana terasa lemahnya diri
sedangkan baru sedikit diuji
kesalahan lalu sentiasa menghantui
membuatkan diri ini terasa hina sekali
ku pinta daripadaMu kekuatan
juga segala urusanku dipermudahkan
dan segala ujian yang kau berikan padaku
akan membina imanku
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" Al-'Ankabut, 29:1
Perjalananku...
menagih cinta Ilahi
ku pohon padaMu, Ya Ilahi
jangan kau biarkan diri ini
mencari dan mencari
redha dan rahmatMu sendiri
Perjalananku...
menagih cinta Ilahi
ku pohon padaMu, Wahai Tuhanku
petunjuk dan bimbinganMu
agar langkahku sentiasa dipandu
sesuai dengan wahyuMu dan ajaran RasulMu
"Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". Al-Baqarah, 2:38
Ku bersyukur padaMu
kebergantunganku padaMu sentiasa menyedarkanku
bahawa setiap ujian yang menimpa diriku
akan sentiasa membawa kebaikan dan kesedaran padaku
jika kusentiasa bersabar dan yakin akan janjiMu
ganjaranMu itu adalah bagi mereka yang beriman
serta segala suruhanMu sentiasa dilaksanakan
juga segala laranganMu sentiasa dihindarkan
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."
Al-Mukminun, 23:1-11
aku ini insan yang lemah lagi hina
yang dimuliakan hanya dengan agamaMu
Ya Allah, jangan kau pesongkan hatiku ini
dengan menjauhi jalan yang telah tersedia
untuk hamba-hambaMu yang Kau kurniakan nikmatMu
dan hamba-hambaMu yang tidak sesat dan tidak Kau murkai
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." Al-Fatihah, 1:7
V : Mencari Cinta
Azfar - Akan Ku Jumpa
Perjalananku...
dalam mencari cinta manusia
aku akui aku ini hanya insan biasa
yang dengan keindahan ciptaanNya
aku mudah terpesona
sering sahaja kewarasanku dikaburi
rasionalku disembunyi
apabila saatnya bermain dengan hati
tindak tandukku semakin celaru
fikiran dan perasaanku semakin keliru
namun ketika ini aku bersyukur
belum pernah aku terlanjur
untuk dalam kesunyian berdua-duaan
atau berjalanan berpegangan tangan
atau demi si dia berbelanja sakan
atau menabur janji mewujudkan ikatan
yang aku yakin tidakkan berkekalan
Perjalananku...
dalam mencari cinta manusia
aku akui aku ini insan biasa
ku harap pengalamanku kan terus setia
mengajarku mencari beza antara cinta dan suka
siapa yang tidak suka akan keindahan
namun cinta itu diberi bukan sembarangan
tiada cinta tanpa kefahaman
dan tiada kefahaman tanpa keikhlasan
***
Perjalananku...
akan sentiasa aku teruskan
walau di mana ku berada
tetap di bumi yang sama
andai maut datang menjemputku
andai hilang kewarasanku
itulah saatnya langkahku terhenti
di dunia yang fana ini
untukku beristirehat
setelah selesai perjalanan yang jauh ini
Doakanku terus mengejar kejayaan dalam mengejar ilmu di bumi asing. Doakanku terus mengejar kebahagiaan dalam hidupku, dunia dan akhirat.
Flight schedule, first flight to UK:
Sunday, 26th September 2010
2355 Hours
KLIA to Amsterdam, connected to Newcastle
Estimated time of arrival: 1535 Hours (Malaysia)
0 jejak ditinggalkan:
Post a Comment